Dialog Dengan Ustaadz Mahmuudii

Hartabuta :

Selasa, 1-2-2022.


Topik :

Ungkap silsilah yang benar dan lengkap tentang KH. Shommadiyyah PP. Makam Agung-Kingking-Tuban dan Dzurriyyahnya. 


Bahan Diskusi :

[1/2 20.43] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Monggooo dipunkoreksi. 


[1/2 20.31] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: 💥PP. Ash Shommadiyyah🌟

Menurut versi di bawah ini, Kiyai Dahlan bukanlah Anak Menantu. 

Dua hari yang lalu Kiyai Damanhuurii sampaikan bahwasanya Kiyai Dahlan itu putera menantu. Ini bersumber dari KH. Musyaffa" Tuban sebelum wafat. 

Adakah nama sama beda tokoh ? 


🔽


https://jawatimuran.wordpress.com/2013/05/18/pondok-pesantren-ash8-shomadiyah-kabupaten-tuban/


🔽


Pondok Pesantren ini berada di Kelurahan Kingking Keca- matan Tuban. Awal mula berdirinya Pondok Pesantren Ash- ShomadiyahMakam Agung ini sekitar tahun 1700-an Masehi oleh SyekhShomadiyah, seorang waliyullah yang berasal dari Morosemo dan makbarohnya ada di belakang masjid Makam Agung Tuban.


Konon, cikal bakal Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah ini bermula ketika Mbah Shomadiyah yang selalu rutin shalat jama’ah maghrib dan isya’ di Masjid Agung, sebelah barat Alun- alun Tuban. Jalan yang dilalui Mbah Shomadiyah berjalan kaki ke masjid terdapat markas Belanda. Pada jam-jam sore itulah kegiatan kompeni bersenang-senang dengan membunyikan musik. Ketika Mbah Shomadiyah lewat, suara musik itu tiba-tiba tidak bunyi.


Begitu Mbah Shomadiyah sudah berlalu, suara musik bisa berbunyi lagi. Begitu kejadian berulang-ulang setiap petang terjadi. Akhirnya penguasa Belanda berupaya supaya Mbah Shomadiyah tidak melewati jalan tersebut, maka diupayakan Mbah Shomadiyah punya lahan dan masjid sendiri supaya tidak jalan lewat markas Belanda tersebut. Tempat itulah yang kini terkenal dengan nama kompleks Pondok Pesantren Makam Agung.


Lembaga pendidikan ini dahulunya hanya sebuah masjid kecil tempat pendiri Pondok Pesantren Makam Agung, SyekhShomadiyah mengajarkan ilmunya dan menggembleng masyarakat sekitar untuk shalat jamaah dan mengaji atau ta’lim.Mbah Shomadiyah mengasuh pondok pesantren ini hingga wafat dan kepengasuhan diteruskan oleh keturunannya.


Mbah Shomadiyah mempunyai lima orang putra, salah satu dari lima putra tersebut adalah H. Ma’ruf. 


Dari jalur H. Ma’ruf inilah menurunkan lima putra juga, yaitu : 


1. Badrul Jamal, 


2. Ya’qub,


3. Basyar,


4. Dahlan dan 


5. Shidiq.


 Ya’qub mempunyai putra bernama Fatiyah yangmempunyai putra Muhyiddin Faqih.


Sedangkan Basyar berputrakan Sholih, yang menurunkan empat putra yaitu :


1. Ahmad Shifa’, 


2. Shofi Sholih, 


3. Adib Sholih, dan 


4. Afwah.


Kiyai Dahlan berputra Kiyai Muhdi yang mempunyai putra :


1. Kiyai Hamzah dan 


2. Hanafi.


Sedangkan Kiyai Shiddiq berputrakan Ali yang tinggal di Maibit.


Masa kejayaan Ponpes ash-Shomadiyah tidak terlepas dari figur KH. Ahmad Shifa’ Sholih atau Mbah Syifa’ (wafat tahun 2009). Beliau termasuk tokoh agama yang sangat disegani pada masanya. Pada masa kepemimpinan Mbah Syifa’ ini mulai dirintis dan difasilitasi pendirian lembaga pendidikan formal di lingkungan pesantren Shomadiyah, mulai dari memfasilitasi sarana gedung dan tanah untuk SDI dan SMP Mu’alimin, yang kemudian pada tahun 1992 berdiri Madrasah Aliyah ash-Shomadiyah, dan pada tahun 1996 berdiri tingkat MTs. Selain nama besar Mbah Syifa’, terdapat neme besar nama lain yang melegenda di lingkungan Ash-Shomadiyah yaitu KH. Syarif (Mbah Syarif). Mbah Syarif ini sangat terkenal dengan sikap ikhlas dan sederhananya.


Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: TUBAN BUMI WALI; The spirit of harmoni, Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban, 2013, hlm.251-152


Komentar * 


Nama*


Email*


Situs web


 Beri tahu saya komentar baru melalui email.


Beritahu saya pos-pos baru lewat surat elektronik.


muhammad 'amri pada 4 Oktober 2014 pukul 07:37

Assalamu alaikum… maaf saudara, saya hanya ingin menambahkan bahwa anak KH. Sholeh bin Kh. Basyar ada satu lagi dari istri kedua (Milati) setelah istri pertama beliau wafat, nama anak beliau adalah M. Fathur Rahim. Dan beliau kini alhamdulillah masih hidup dan tinggal di jakarta.


Balas

rozy fuad pada 30 Maret 2015 pukul 17:03

Tlng diluruskan karna Mbah Basyar itu punya putra Soleh juga Basyariyah yang Basyariyah ini kawin dg Mbah Murtadlo assato yang menjadikan pondok asshomadiyah lebih maju lagi keilmuannya.


Balas

Pusaka Jawatimuran pada 6 April 2015 pukul 08:49

Tolong kalau punya rujukannya kami bisa diinfokan…


Balas

agusfuad pada 13 April 2015 pukul 10:39

Di belakang masjid pondok ashomadiyah jg ada makamnya mbah murtadho kumpul dg makamnya mbah ashomadiyah itu jelas mbah murtadho itu termasuk yg meneruskan kepemimpinan mbah ashomadiyah bahkan santri2nya bertebaran sampai ke yokohama jepang KH. Abdurrahman otto & kitab karangannya mbah murtadho sampai di ajarkan di pondok langitan tuban tapi nyatanya dilupakan dlm sejarah jawa timur, padahal bangsa yg besar bangsa yg tidak melupakan sejarahnya


Pusaka Jawatimuran pada 15 April 2015 pukul 13:16

Setuju sekali… Mas Agus


soleh.roesydi@gmail.com pada 24 Agustus 2017 pukul 08:56

Mohon untuk bisa ditambahkan sebagai pelengkap bahwa Mbah Basyar juga juga mempunyai seorang putri bernama Fathimah yang di nikahi oleh Mbah Ma’soem dan mempunyai putra Abdul manan


anam pada 25 Juni 2015 pukul 22:30

sekedar tanya apakah mbah shomadiyah yang dimaksud ini masih bagian dari dzuriyah dari mbah jabbar nglirip ya? saya ada info bahwa mbah shomadiyah adalah putra dari kyai ma’ruf dan cucu dr syech abdul jabbar tuban.. tapi apakah mbah shomadiyah yang dimaksud itu beliau atau bukan, ini yang kami butuhkan infonya.. terima kasih..


Balas

anam pada 25 Juni 2015 pukul 22:35

ohya satu lagi apakah mbah shomadiyah punya putra atau mungkin menantu atas nama kyai khatib ya..? jika benar demikian adakah info mengenai maqom kyai khatib ya.. matur nuwun


Balas

Nur Chozin pada 8 Maret 2019 pukul 10:54

Mohon infonya kenapa dari Mbah BADRU JAMAL tdk ada nama2 anak turunnya, apakah beliau memang tidak mempunyai anak sampai wafat,? mohon penjelasannya atas perhatiannya terima kasih.

[1/2 20.37] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Sesuai versi di atas, ada yg belum pas. 


Seharusnya *Kiyai Shiddiiq berputera Kiyai Manshuur* yg menikah dg Sepupunya yakni *Nyai Shofiyyah binti KH. Basyar*.


Lalu muncullah KH. 'Alii Manshuur Shiddiiq Maibit. 


Jikalau Kiyai Shiddiiq menikahi Nyai Shofiyyah ya tidak mungkin. 


*Nyai Shofiyyah kan keponakan kandung Kiyai Shiddiiq*.


Bilamana pernikahan antar sepupu maka ya *حلال*

[1/2 22.27] Ustaadz Mahmuud: Maaf banyak yang jel

[1/2 22.58] Ustaadz Mahmuud: Menurut versi yang saya ketahui :

Mbah Shomadiyah berputra Mbah Ma'ruf berputra :

1. Badrul Jamal

2. Ya'qub

3. Basyar

4. Dahlan

5. Shiddiq


👉Mbah Badrul Jamal berputri Mbah Badi'ah berputra Mbah Sholeh Beji Jenu berputra Mbah Bisrul Khofi pendiri PP. Mukhtariyah Beji Jenu

👉Mbah Ya'qub berputra Mbah Faqih berputra Mbah Muhyin berputra Gus Marom dan adik2nya.


👉Mbah Basyar berputra :

1. Shofiyah menikah dengan Manshur bin Shiddiq Jember berputra :

a. Shofanah menikah dg Ali bin Shiddiq bin Ma'ruf berputra : Abbas, Mahfudz, Qudsiyyah, Atiyah, Fahrurrozi, Sholihah.

b. Ali Manshur berputra : Syakir, Nasih, Badrul Jamal Latifah, Saiful Muslim.

2. Sholih berputra Ahmad Syifa',

Adib, Shofiyullah, Afwah.


👉 Mbah Dahlan berputra :

1. Mbah Muhdi berputra : Hamzah, Hanafi, Depah (lupa), Lekmu'ah (lupa).

2. Mbah Mukri


👉Mbah Shiddiq berputra :

1. Ali Shiddiq 

2. Bapake Ahmad Mustaghfirin (lupa)

3. Dll. (Lupa)

[1/2 23.11] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Mbah KH. Shommadiyyah hanya berputera Kiyai Ma'ruuf ... ?

[1/2 23.12] Ustaadz Mahmuud: Ada beberapa tapi isun lupa

[1/2 23.14] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Ahmad Mustaghfiriin Maibit Maibit ... ? 


Bilamana ya, beliau juga sama2 tunggal BuyutQ dari IbundaQ dg Buyut H. Abuu Thoolib Maibit.

[1/2 23.17] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Berarti Mbah Nyai Basyariyyah binti KH. Basyar menjadi Isterinya KH. Murtadloo (Mbah Tolo) yg turunkan Nyai Muthohharoh Ibundanya Kiyai Damanhuurii,  Banjararum-Rengel.

[1/2 23.18] SUHU PSPB RONGGOLAWEZ21: Bilamana ingat, tolong kirim ke sini. 


Bilamana catatan sudah lengkap dan fix, juga akan kirim balik ke Panjenengan.


Catatan Pasta Dialog :

1. Basyariyyah itu Lelaki spa Perempuan  ? 

2. Ada versi Beliau Perempuan (Basyariyyah) bin KH. Basyar bin KH. Ma'ruuf bin KH. Shommadiyyah. 

3. Ada versi KH. Basyar bin Basyariyyah bin KH. Ma'ruuf bin KH. Shommadiyyah.

Berarti bersaudara dengan Ibundanya Kiyai Damanhuurii Banjararum yakni Nyai Muthohharoh yang simulator Kiyai Nuur Haadi Banjararum. 

4. Berarti KH. Shommadiyyah turunkan :

.1. KH. Ma'ruuf turunkan :

1.1. KH. Badrul Jamal. 

1.2. KH. Ya'quub turunkan :

1.2.1. KH. Muhyiddiin Faqih. 


1.3. KH. Basyar turunkan :

1.3.1. Nyai Shofiyyah/Manshuur.

1.3.2. KH. Shoolih tutunkan :

KH. Ahmad Syifaa"

Gus Shofiiyullooh

Gus Adiib

'Afwah. 


1.4. KH. Shiddiiq


.2. KH. Syariif turunkan :

2.1. KH. Murtadloo + Nysi Basyariyyah binti KH. Basyar bin KH. Ma'ruuf bin KH. Shommadiyyah tutunkan :

2.1.1. KH. 'Abdur Rohmaan ? 

2.1.2. Nyai Muthohharoh + Kiyai Nuur Haadii Banjararum turunkan :

2.1.2.1. Mas utara Pasar Rengel. 

2 1.2.2. Kiyai Damanhuurii PP. Al Haadii Banjararum. 

Menurut versi Mbah Nyai Shofiyyah/Manshuur Shiddiiq, Ayah Bunda SUHU ada hubungan kekerabatan yang lebih dekat dengan KH. Abdur Rohmaan. 

Sayangnya beliau sudah wafat. Ke paten obor. 


Ùˆ الحمد لله رب العالمين 

صلى الله على محمد 


0 komentar:

Posting Komentar