https://jawatimuran.wordpress.com/2013/05/18/pondok-pesantren-ash-shomadiyah-kabupaten-tuban/
Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah, Kabupaten Tuban
🔽
https://jawatimuran.wordpress.com/2013/05/18/pondok-pesantren-ash-shomadiyah-kabupaten-tuban/
🔽
Pondok Pesantren ini berada di Kelurahan Kingking Kecamatan Tuban. Awal mula berdirinya Pondok Pesantren Ash- ShomadiyahMakam Agung ini sekitar tahun 1700-an Masehi oleh SyekhShomadiyah, seorang waliyullah yang berasal dari Morosemo dan maqbarohnya ada di belakang masjid Makam Agung Tuban.
Konon, cikal bakal Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah ini bermula ketika Mbah Shomadiyah yang selalu rutin shalat jama’ah maghrib dan isya’ di Masjid Agung, sebelah barat Alun- alun Tuban. Jalan yang dilalui Mbah Shomadiyah berjalan kaki ke masjid terdapat markas Belanda. Pada jam-jam sore itulah kegiatan kompeni bersenang-senang dengan membunyikan musik. Ketika Mbah Shomadiyah lewat, suara musik itu tiba-tiba tidak bunyi.
Begitu Mbah Shomadiyah sudah berlalu, suara musik bisa berbunyi lagi. Begitu kejadian berulang-ulang setiap petang terjadi. Akhirnya penguasa Belanda berupaya supaya Mbah Shomadiyah tidak melewati jalan tersebut, maka diupayakan Mbah Shomadiyah punya lahan dan masjid sendiri supaya tidak jalan lewat markas Belanda tersebut. Tempat itulah yang kini terkenal dengan nama kompleks Pondok Pesantren Makam Agung.
Lembaga pendidikan ini dahulunya hanya sebuah masjid kecil tempat pendiri Pondok Pesantren Makam Agung, SyekhShomadiyah mengajarkan ilmunya dan menggembleng masyarakat sekitar untuk shalat jamaah dan mengaji atau ta’lim.Mbah Shomadiyah mengasuh pondok pesantren ini hingga wafat dan kepengasuhan diteruskan oleh keturunannya.
Mbah Shomadiyah mempunyai lima orang putra, salah satu dari lima putra tersebut adalah H. Ma’ruf.
Dari jalur H. Ma’ruuf turunkan :
1. Kiyai Badrul Jamal,
2. Kiyai Ya’quub,
3. KH. Basyar PP. Ash Shommadiyyah, Makam Agung-Kingking-Tuban.
4. Kiyai Dahlan PP. Ash Shommadiyyah, Makam Agung-Kingking-Tuban.
5. Kiyai Shiddiiq Maibit-Rengel-Tuban turunkan :
Kiyai Manshuur + Siti Shofiyyah binti Kiyai Basyar, turunkan :
KH. Ahmad 'Alii Manshuur + Bulik bin KH. Ahmad Faqiih Maibit-Rengel-Tuban.
Kiyai Ya’quub turunkan KH. Muhyiddiin Faqiih (Mbah Yin) PP. Ash Shommadiyyah, Makam Agung-Kingking-Tuban, turunkan :
1. Ning ...
2. KH. Maroom PP. Ash Shommadiyyah, Makam Agung-Kingking-Tuban.
3. Gus Jaladri (Jekdri) Pasuruan
4. Ning ...
KH. Basyar turunkan :
1. Nyai Shofiyyah + Kiyai Manshuur bin Kiyai Shiddiiq, Maibit-Rengel turunkan :
1). Nyai Fanah, Makam Agung-Kingking-Tuban.
2). Kiyai Ahmad 'Alii Manshuur, Maibit-Rengel-Tuban.
2. Nyai Faathimah + Kiyai Ma'shuum
3. Nyai Basyariyyah + KH. Murtadloo (Mbah Tolo) bin KH. 'Abdur Rohmaan, turunkan :
Nyai Muthohharoh + Kiyai ... Banjararum-Rengel dan turunkan :
1). ... Utara Pasar Rengel-Tuban.
2). Kiyai Damanhuurii + Nyai Naafi'ah PP. Al Haadii Banjararum-Rengel.
3).
4. KH. Shoolih + Isteri I turunkan :
1. Ahmad Syifaa’ PP. Ash Shommadiyyah, Makam Agung-Kingking-Tuban + Nyai Shofiyyah binti Kiyai... Sarang-Rembang-Jawa Tengah.
2. Shofii Shoolih turunkan KH. Riza
3. Adiib Shoolih Senori/Bangilan, dan
4. 'Afwah.
KH. Shoolih + Isteri II Nyai Millati turunkan :
1. M. Fathur Rohiim Jakarta.
Kiyai Dahlan berputra Kiyai Muhdi yang mempunyai putra :
1. Kiyai Hamzah Kutorejo Gg. I dan
2. Hanafi.
Sedangkan Kiyai Shiddiiq di Maibit berputerakan Kiyai Manshuur + (Siti Shofiyyah binti KH. Basyar) dan turunkan Ahmad 'Alii yang tinggal di Maibit yang biasa dikenal dengan nama KH. Ahmad 'Alii Manshuur Si Penggubah Sholawaatul Badri tahun 1965 saat tinggal di Banyuwangi, maka tidak heran bilamana Orang Banyuwangi mengklaim beliau berasal dari Banyuwangi.
Masa kejayaan Ponpes ash-Shomadiyah tidak terlepas dari figur KH. Ahmad Shifa’ Sholih atau Mbah Syifa’ (wafat tahun 2009). Beliau termasuk tokoh agama yang sangat disegani pada masanya. Pada masa kepemimpinan Mbah Syifa’ ini mulai dirintis dan difasilitasi pendirian lembaga pendidikan formal di lingkungan pesantren Shomadiyah, mulai dari memfasilitasi sarana gedung dan tanah untuk SDI dan SMP Mu’alimin, yang kemudian pada tahun 1992 berdiri Madrasah Aliyah ash-Shomadiyah, dan pada tahun 1996 berdiri tingkat MTs. Selain nama besar Mbah Syifa’, terdapat neme besar nama lain yang melegenda di lingkungan Ash-Shomadiyah yaitu KH. Ahmad Syariif (Mbah Syarif). Mbah Syariif ini sangat terkenal dengan sikap ikhlas dan sederhananya.
Artikel di atas dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur: TUBAN BUMI WALI; The spirit of harmoni, Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban, 2013, hlm.251-152
Komentar *
Nama*
Email*
Situs web
Beri tahu saya komentar baru melalui email.
Beritahu saya pos-pos baru lewat surat elektronik.
muhammad 'amri pada 4 Oktober 2014 pukul 07:37
Assalamu alaikum… maaf saudara, saya hanya ingin menambahkan bahwa anak KH. Sholeh bin Kh. Basyar ada satu lagi dari istri kedua (Milati) setelah istri pertama beliau wafat, nama anak beliau adalah M. Fathur Rahim. Dan beliau kini alhamdulillah masih hidup dan tinggal di jakarta.
Balas
rozy fuad pada 30 Maret 2015 pukul 17:03
Tlng diluruskan karna Mbah Basyar itu punya putra Soleh juga Basyariyah yang Basyariyah ini kawin dg Mbah Murtadlo assato yang menjadikan pondok asshomadiyah lebih maju lagi keilmuannya.
Balas
Pusaka Jawatimuran pada 6 April 2015 pukul 08:49
Tolong kalau punya rujukannya kami bisa diinfokan…
Balas
agusfuad pada 13 April 2015 pukul 10:39
Di belakang masjid pondok ashomadiyah jg ada makamnya mbah murtadho kumpul dg makamnya mbah ashomadiyah itu jelas mbah murtadho itu termasuk yg meneruskan kepemimpinan mbah ashomadiyah bahkan santri2nya bertebaran sampai ke yokohama jepang KH. Abdurrahman otto & kitab karangannya mbah murtadho sampai di ajarkan di pondok langitan tuban tapi nyatanya dilupakan dlm sejarah jawa timur, padahal bangsa yg besar bangsa yg tidak melupakan sejarahnya
Pusaka Jawatimuran pada 15 April 2015 pukul 13:16
Setuju sekali… Mas Agus
soleh.roesydi@gmail.com pada 24 Agustus 2017 pukul 08:56
Mohon untuk bisa ditambahkan sebagai pelengkap bahwa Mbah Basyar juga juga mempunyai seorang putri bernama Fathimah yang di nikahi oleh Mbah Ma’soem dan mempunyai putra Abdul manan
anam pada 25 Juni 2015 pukul 22:30
sekedar tanya apakah mbah shomadiyah yang dimaksud ini masih bagian dari dzuriyah dari mbah jabbar nglirip ya? saya ada info bahwa mbah shomadiyah adalah putra dari kyai ma’ruf dan cucu dr syech abdul jabbar tuban.. tapi apakah mbah shomadiyah yang dimaksud itu beliau atau bukan, ini yang kami butuhkan infonya.. terima kasih..
Balas
anam pada 25 Juni 2015 pukul 22:35
ohya satu lagi apakah mbah shomadiyah punya putra atau mungkin menantu atas nama kyai khatib ya..? jika benar demikian adakah info mengenai maqom kyai khatib ya.. matur nuwun
Balas
Nur Chozin pada 8 Maret 2019 pukul 10:54
Mohon infonya kenapa dari Mbah BADRU JAMAL tdk ada nama2 anak turunnya, apakah beliau memang tidak mempunyai anak sampai wafat,? mohon penjelasannya atas perhatiannya terima kasih.






0 komentar:
Posting Komentar